Sampah-Plastik-Di-Laut-750x422.jpeg

Yaksindo: Selamatkan Laut dengan Pengelolaan Sampah Kawasan

Peringatan Hari Laut Sedunia jatuh pada hari ini, 8 Juni 2020. Kita bisa lihat di sejumlah media sosial dan lainnya orang-orang menampilkan gambar tentang hari laut dengan satu kekhawatiran.

Yaitu kekhawatiran laut akan makin penuh dengan sampah. Satu kekhawatiran yang sangat masuk akal. Sebab, memang ditemukan banyak sampah di laut seluruh dunia dan Indonesia. Baik di pesisir, permukaan laut, melayang di dalam air maupun di dasar laut.

Ketua Yayasan Kelola Sampah Indonesia (Yaksindo), Nara Ahirullah mengungkapkan, sedikitnya ada 3 proses sampah akhirnya sampai di laut. “Sampah di laut bisa berasal dari sampah yang dibuang sembarangan di sungai, lalu mengalir ke laut,” ujarnya.

Selanjutnya, sambungnya, sampah laut bisa berasal dari darat yang beterbangan atau terbawa banjir hingga mencapai laut. Terakhir, sampah yang memang langsung dibuang ke laut oleh orang-orang dekat laut atau dari kapal-kapal.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaporkan hasil penelitiannya di 18 kota utama Indonesia, ada 270.000 – 590.000 ton sampah masuk laut Indonesia selama 2018. Itu bisa jadi patokan potensi sampah masuk laut setiap tahun.

Nara mengimbau agar siapa saja yang khawatir soal kondisi laut harus punya kesadaran pengelolaan sampah. “Selain kurangnya kesadaran membuang sampah, faktor tidak adanya pengelolaan sampah adalah penyebab besarnya sampah masuk laut,” terangnya.

Hentikan Omong Kosong Kepedulian pada Laut

Nara mengaku khawatir, orang-orang punya kepedulian pada kondisi sampah laut tanpa tindakan nyata. “Jangan-jangan orang peduli sampah laut tapi masih buang sampah sembarangan. Peduli kebersihan laut tapi tidak berusaha mengelola sampah. Itu namanya kepedulian semu,” ungkapnya.

Ditegaskan, kepedulian terhadap kondisi sampah di laut harus diimbangi dengan tindakan. Harus dilanjutan dengan upaya menciptakan pengelolaan sampah secara personal hingga komunal.

“Caranya dengan pengelolaan sampah kawasan. Baik kawasan di pesisir maupun kawasan yang jauh dari laut. Pengelolaan sampah di kawasan pelabuhan dan di atas kapal juga harus ada dan tegas,” jelas pria berkacamata itu.

Menurut Nara, Yaksindo dalam waktu dekat juga akan gencar melaksanakan edukasi pengelolaan sampah. Sampah laut juga menjadi perhatian Yaksindo untuk dapat dibenahi.

Nara meyakini bahwa tata kelola sampah Indonesia harus diwujudkan. “Karena hanya dengan itulah sampah Indonesia bisa dikendalikan. Baik di gunung, darat maupun di laut. Hanya dengan pengelolaan sampah yang benar semua pihak dapat bertanggungjawab pada sampah secara proporsional,” tegasnya.

Selama ini, tata kelola sampah Indonesia belum terwujud. Sehingga, harus didorong secara massif untuk menyelamatkan lingkungan Indonesia dari sampah.

“Jangan mengaku peduli kalau tidak berupaya mendorong dan membuat sistem pengelolaan sampah. Jangan omong kosong,” tandasnya. (rev)

Source photo: beritapolitikhijau.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *