IMG_20220510_090134.jpg

Kades Antusias Warga Dapat Insentif Sampah

Pasuruan – Dalam rangka melaksanakan program Kabupaten Pasuruan Bersih Sampah, YAKSINDO melaksanakan pendampingan awal di Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Pelaksanaan pendampingan dimulai sejak 30 April 2022.

Di masa pendampingan tersebut YAKSINDO akan mendampingi desa bersama dengan PT Indonesia Power Grati POMU sebagai pendukung kegiatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan. Program yang dijalankan dalam pengelolaan sampah akan menyentuh semua aspek dalam pengelolaan sampah.

Pada aspek regulasi, YAKSINDO mendampingi desa membuat Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa tentang pengelolaan sampah. Aturan yang akan menjadi dasar dari aspek-aspek lain dalam pengelolaan sampah.

Untuk aspek kelembagaan masyarakat, YAKSINDO mendampingi desa untuk membentuk bank sampah sesuai regulasi. Yaitu sebagai lembaga edukasi, sosialisasi, dan pendataan potensi sampah serta pemrograman pengelolaan sampah di desa. Lembaga yang selanjutnya akan secara terus menerus melakukan pendampingan pada masyarakat untuk mengubah paradigma, perilaku dan kebiasaan dalam mengelola sampahnya.

YAKSINDO juga mendampingi desa untuk membentuk lembaga bisnis pengolahan sampah. Agar sampah yang sudah dikelola oleh masyarakat dapat mendatangkan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri, pengelola sampah, dan bagi desa secara keseluruhan di bidang ekonomi dan sosial.

Pendampingan aspek lain mengenai pembiayaan, penggunaan teknologi tepat guna dalam mengelola sampah, dan aspek bisnis juga diberikan pada masyarakat di desa maupun lembaga pengelola sampah yang ada di desa. Sehingga masyarakat secara menyeluruh, sistematis dan berkelanjutan dapat mengelola sampahnya.

“Saya sangat senang sekali YAKSINDO bisa hadir di desa kami untuk membantu kami mengelola sampah bersama PT IP dan DLH Kabupaten Pasuruan. Karena selama ini kami memang memiliki masalah di persampahan dan tidak tahu harus diapakan sampah dari masyarakat agar tidak menjadi masalah sekarang dan masa depan,” ujar Yuslimu, Kepala Desa Ranuklindungan.

Menurut Yuslimu, sampah di Desa Ranuklindungan selama ini dibuang begitu saja di lokasi yang dimiliki desa. Namun, pihaknya selalu dihantui kekhawatiran bahwa tempat pembuangan sampah itu tidak akan bisa seterusnya menampung sampah. “Sampai kapan tempat itu dibuangi sampah. Saya memang bingung, nanti ke mana akan buang sampah,” ungkapnya.

Yuslimu mengaku sangat antusias dan ingin cepat melaksanakan pengelolaan sampah sebagaimana program yang akan dijalankan oleh YAKSINDO bersama masyarakat di Desa Ranuklindungan terkait pengelolaan sampah rumah tangga. “Masyarakat pasti senang kalau mereka nanti bisa dapat insentif karena mengelola sampahnya. Mereka selama ini membayar, tapi program YAKSINDO ini nanti justru masyarakat yang dibayar kalau memilah sampahnya,” ungkapnya. (nra)

img 20220510 0906321083168159741850180 scaled
IMG-20220323-WA0008.jpg

100 Desa ikuti Workshop Perdes Pengelolaan Sampah

PASURUAN – Sebanyak 100 desa dari 365 desa di Kabupaten Pasuruan mengikuti Workshop “Pembuatan Peraturan Desa (Perdes) tentang Pengelolaan Sampah”. Peserta dari masing-masing desa terdiri dari perwakilan perangkat desa dan pengelola sampah di desa tersebut.

Acara workshop tersebut diadakan selama 2 hari dalam 4 sesi. Mulai 21 Maret dan berakhir pada 22 Maret. YAKSINDO terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber dan pendamping pembuatan peraturan desa yang selanjutnya akan dilaksanakan di desa masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Heru Ferianto menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan workshop tersebut adalah untuk mengurangi volume sampah masuk TPA. Sebab, berdasarkan draft Perdes yang dibuat oleh YAKSINDO, sampah di desa bukan hanya bisa diselesaikan secara massif dengan wawasan lingkungan, tapi juga bisa menjadi bahan baku ekonomi bagi masyarakat desa.

“Selama ini hanya sampah anorganik saja yang masih dikelola karena bisa dijual. Tapi itu pun masih sangat kecil dan masih banyak ke TPA atau dibuang di tempat-tempat ilegal. Sampah organik juga belum dikelola. Mudah-mudahan dengan adanya peraturan desa nanti semua sampah bisa diolah sehingga lingkungan bersih dan ekonomi maju,” ujar Heru.

Sementara itu, Founder YAKSINDO, Asrul Hoesein mengungkapkan, yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan menggelar workshop Perdes mengenai pengelolaan sampah adalah kemajuan yang luar biasa. “Inilah otonomi daerah yang sebenarnya. Di mana pemerintah kabupaten juga memberikan otonomi pada pemerintah desa untuk mengurus dirinya sendiri. Yang mana dalam hal ini terkait sampah,” terangnya.

img 20220321 1002421782721850991289574 scaled
Peserta workshop serius mengikuti pembahasan pasal demi pasal draft Perdes Pengelolaan Sampah.

Senada, Ketua YAKSINDO, Nara Ahirullah menyatakan selama ini semua tingkat pemerintahan membuat aturan mengenai pengelolaan sampah. “Ada undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, peraturan gubernur, dan peraturan bupati tentang pengelolaan sampah. Yang tidak ada dan sangat jarang adalah peraturan desa. Padahal, yang berinteraksi langsung dengan masyarakat adalah pemerintah desa atau kelurahan, terutama soal sampah,” paparnya.

Menurut Nara, peraturan desa adalah langkah pertama dari upaya pengelolaan sampah di pemerintah desa. Setelah itu dibentuk kelembagaan, menghimpun pembiayaan, meningkatkan peran serta masyarakat, dan terakhir pengadaan teknologi. “Jangan dibalik. Kalau teknologi dulu untuk bereskan sampah, pasti mangkrak. Dan itu sudah terjadi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Workshop selanjutnya berlangsung hingga sore hari. Mayoritas perangkat desa mengapresiasi kegiatan tersebut karena hampir semua desa mengalami masalah dengan persampahan. Pendampingan pengelolaan sampah selanjutnya akan dilakukan YAKSINDO untuk mendampingi DLH Kabupaten Pasuruan dalam rangka upaya pengurangan sampah secara signifikan. (nra)

IMG-20220319-WA0023.jpg

Dampingi Pengelolaan Sampah LP Cipinang

JAKARTA – Untuk mengurangi volume sampah masuk ke TPA Jakarta, YAKSINDO mendampingi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang dalam pengelolaan sampahnya. Hal ini disampaikan oleh Founder sekaligus Supervisor YAKSINDO, Asrul Hoesein.

Pada awal pekan lalu, Asrul Hoesein mendatangi LP Cipinang untuk terlebih dahulu mengedukasi para pejabat LP mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang sesuai regulasi. Sebab, hanya dengan pengelolaan sampah sesuai regulasi, masalah dapat dibereskan secara menyeluruh, sistematis dan berkelanjutan.

Menurut Asrul, pihak LP Cipinang sangat mengapresiasi YAKSINDO untuk dapat mendampingi mengelola sampah. Dari dalam LP Cipinang sampah cukup banyak dan bervariasi. Sampah merupakan sisa konsumsi para warga LP Cipinang yang diperoleh dari kiriman sanak saudaranya.

img 20220319 0127294252523287549908094
Asrul Hoesein saat meninjau volume sampah TPS LP Cipinang. (Dokpri.)

Kegiatan pendampingan pengelolaan sampah di LP Cipinang bukan hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan, tapi juga untuk melatih para narapidana untuk mempelajari program pengelolaan sampah yang dapat memberikan keuntungan ekonomis. Sehingga, ketika warga LP Cipinang sudah kembali ke masyarakat, praktik pengelolaan sampah dalam LP bisa ditularkan pada lingkungannya.

Terlebih jika warga LP tersebut mampu memahami karakter sampah dan karakter bisnis sampah. Mereka bisa melanjutkan hidup secara baik dengan menjadi pengusaha-pengusaha pengelolaan sampah yang sesuai regulasi dan taat aturan pemerintah. (nra)

IMG-20200908-WA0025.jpg

Wujudkan Tata Kelola Sampah Kota Tegal

Yayasan Kelola Sampah Indonesia (Yaksindo) melanjutkan visinya mewujudkan tata kelola sampah Indonesia di Kota Tegal – Jawa Tengah. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Tegal dengan Yaksindo tentang Peningkatan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup pada Selasa, 8 September 2020.img 20200908 wa00174143894637269384634
Penandatanganan kesepakatan bersama itu dilaksanakan secara langsung oleh Walikota, Tegal Dedy Yon Supriyono dan Ketua Yaksindo Nara Ahirullah di Command Room Kominfo Kota Tegal. Dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Pemkot Tegal serta undangan luar dari luar kota yang hadir secara virtual.

Membuat Sampah Tak Dibuang Setiap Hari

Dalam sambutannya, Ketua Yaksindo, Nara Ahirullah mengungkapkan yang relevan saat ini adalah pengelolaan sampah di rumah tangga.”Desentralisasi pengelolaan sampah. Menahan sampah di rumah-rumah warga agar tidak buang sampah setiap hari dan cukup waktu untuk penanganan, pengolahan dan pengolahan sampah di titik kumpul,” ujarnya.

Nara menyatakan, Indonesia akan melihat bagaimana Undang Undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS) benar-benar dijalankan di Kota Tegal. Mulai dari pasal 12 tentang kewajiban rumah tangga mengelola sampah dengan infrastruktur pemilahan sampah berupa komposter dan kantong sampah anorganik di setiap rumah.20200908 1403364836406102833760695 scaled

Setelah itu lanjut melaksanakan Pasal 13 tentang kewajiban pengelolaan sampah kawasan dengan adanya mesin briket sampah yang hasilnya akan diserap industri. Lalu menjalankan Pasal 15 tentang tanggung jawab produsen pada sisa produknya dengan melakukan pendataan potensi sampah produk.

”Kemudian mewujudkan Pasal 21 tentang insentif dan disinsentif pengelola sampah oleh masyarakat, pengelola kawasan dan produsen produk dengan pembentukan PKPS (Primer Koperasi Pengelola Sampah) sebagai poros circular economy yang selama ini sering didengung-dengungkan namun jalan di tempat,” papar Nara.

PKPS, sambungnya, akan mengubah material daur ulang yang awalnya disebut sampah menjadi bisnis yang sustainable karena ketersediaan bahan bakunya yang pasti ada.”Di Kota Tegal ini jugalah kita akan melihat bagaimana masyarakat, pemerintah, pihak produsen dan swasta lainnya secara bergotong-royong membantu pengelolaan sampah secara bertanggungjawab dan proporsional,” pungkasnya

Seimbangkan Volume Sampah dengan Sistem Pengelolaan

Senada, Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengungkapkan, saat ini sampah adalah tantangan kita bersama untuk menyelesaikannya. Tantangan itu disebabkan oleh makin besarnya populasi penduduk, peningkatan konsumsi masyarakat, semakin sempitnya lahan, meluasnya distribusi produk dan umur produk yang makin instan.

Kondisi demikian menyebabkan volume sampah yang dihasilkan dan timbul meningkat hingga jumlah yang tidak mampu dikelola. “Faktor utama tidak terkelolanya sampah yang ada saat ini merupakan akibat dari tidak seimbangnya volume sampah dengan kemampuan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Di sinilah, sambungnya, Pemkot Tegal memiliki pemahaman yang sama dengan Yaksindo. Maka kesepakatan bersama itu akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama yang lebih teknis lagi untuk mengajak semua pihak bergotong royong mengelola sampah.

Usai memberi sambutan, Walikota Tegal dan Ketua Yaksindo bersama-sama menandatangani dokumen kesepakatan bersama. Kemudian dilanjutkan dengan mendengar pernyataan dari undangan yang hadir secara virtual.

Melalui Yaksindo PT KCS Hibahkan Mesin Briket Sampah

fb img 15996415163735237320580507959967

Owner PT Kemasan Ciptatama Sempurna (KCS), Wahyudi Sulistya menyatakan sangat mendukung kerjasama yang akan dilaksanakan antara Pemkot Tegal dengan Yaksindo. Di mana dalam hal ini PT KCS akan menghibahkan mesin predator sampah yang dapat mengubah sampah menjadi bahan bakar briket dengan kalori yang sesuai kebutuhan industri.

“Kami sangat mendukung dan mesin briket sampah yang akan kami hibahkan pada Pemkot Tegal merupakan solusi yang tepat untuk permasalahan sampah. Briket sampah hasil produksi nanti akan bisa membiayai pengelolaan sampah secara mandiri sehingga pemkot bisa hemat dalam operasional penanganan sampah,” ujar Wahyudi yang juga sekaligus Pembina Yaksindo sekaligus Sekretaris Jendral Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI).Mesin briket tersebut memiliki kapasitas yang bisa menyelesaikan sampah per hari di tingkat kecamatan. Rencananya, hibah mesin briket tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Tegal Timur.

ADUPI Ajak Masyarakat Cerdas Kelola Sampah

fb img 1599641512121822806802013073741

Sementara itu, Ketua Umum ADUPI, Christine Halim yang juga hadir secara virtual mengharapkan Kota Tegal bisa benar-benar menjadi percontohan yang baik dan benar dalam pengelolaan sampah.

“Pengelolaan sampah di dalamnya juga ada daur ulang. Saya yakin dengan kerjasama yang baik, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir akan menguntungkan masyarakat. Di mana masyarakat nanti juga bisa memperoleh hasil yang baik dari sampah yang bisa didaurulang,” tuturnya.Christine mengajak agar masyarakat cerdas dalam mengelola sampah. Sehingga selain menghasilkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman, pengelolaan sampah juga bisa menyejahterakan masyarakat.

Program Prioritas PT Trinseo Materials Indonesia

fb img 15996415199121335048783427240914

Selanjutnya, Presiden Direktur PT Trinseo Materials Indonesia Director of Sustainability Responsible Care® Indonesia (RCI) menyatakan, mendukung kerjasama Pemkot Tegal dengan Yaksindo karena termasuk dalam prioritasnya.

PT Trinseo Materials Indonesia memprioritaskan keberlanjutan pengelolaan sampah karena baru saja mengumumkan Sustainability Goals selama 10 tahun ke depan. “Hingga tahun 2030 topik prioritas kami mulai dari perubahan iklim, produk berkelanjutan, pengerjaan yang bertanggung jawab, hingga tenaga kerja yang berkelanjutan,” terangnya.

GIF – Yaksindo Akan Dampingi Sampai Tuntas

fb img 15996415327441248382152938636945

Terakhir, Direktur Eksekutif Green Indonesia Foundation (GIF) sekaligus Supervisor Yaksindo menyatakan apa yang akan dilakukan Yaksindo di Kota Tegal tidak akan sama dengan program-program lain.

“Kami tidak akan hanya memberikan alat-alat atau mesin-mesin saja lalu pergi,” tegasnya.Yaksindo, tambahnya, akan mendampingi pemerintah, masyarakat dan industri yang terlibat dalam pengelolaan sampah di Kota Tegal sampai semuanya siap tinggal landas. “Tidak akan kami tinggalkan. Karena yang akan kami bangun dalam pengelolaan sampah adalah sistem. Akan percuma semuanya kalau sistem tidak ada,” tegasnya.

Dijelaskan, selanjutnya Yaksindo akan mengajak berkomunikasi semua pihak yang terkait sampah. Baik itu pemerintah, masyarakat, industri, komunitas dan media. Setelah itu melakukan pendataan potensi sampah dan membentuk kelembagaan pengelola sampah. “Lalu ada edukasi, sosialisasi, pendampingan dan evaluasi. Kami sudah menyiapkan rencana jangka pendek, menengah dan panjangnya. Akan tercapai tujuan kita bersama jika kita semua kompak dalam kolaborasi dan gotong royong,” pungkasnya. (kka)

IMG-20200725-WA0004.jpg

Yaksindo Mulai Dampingi Kawasan Wisata Dieng

Pendampingan Yaksindo dalam pengelolaan sampah di Kawasan Wisata Gunung Dieng – Jawa Tengah dimulai. Yaksindo bersama Green Indonesia Foundation (#GiF) dan Timdis akan melakukan pendampingan selama 14 hari ke depan.

Dimulainya pendampingan pengelolaan sampah di Kawasan Wisata Dieng ditandai dengan pembukaan pada Jumat, 24 Juli 2020. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang BNI Wonosobo, Yusuf Kurniawan dan Publik Relation Supervisor CSR Geo Dipa Energi, Muhammad Aunur Rofiq sebagai pelaksana program.

2020 07 25 061897877276.

Para pendukung program dan kegiatan pendampingan pengelolaan sampah Kawasan Wisata Dieng juga hadir. Di antaranya, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Christine Halim, Sekretaris Jendral ADUPI Wahyudi Sulistya yang sekaligus Pembina Yaksindo, Ketua Yaksindo, Nara Ahirullah dan Direktur Eksekutif Green Indonesia Foundation (#GiF), Asrul Hoesein.

Dalam sambutannya, Yusuf Kurniawan mengungkapkan bahwa kegiatan pendampingan pengelolaan sampah di Dieng tersebut merupakan kerja kolaborasi dengan PT Geo Dipa Energi (Persero). Di mana kolaborasi itu diharapkan dapat mengatasi persoalan sampah di Kawasan Wisata Dieng.

“BNI Wonosobo dan PT Geo Dipa Energi sedang konsentrasi pada bagaimana mengatasi masalah sampah. Dan bukan hanya sekarang, berbagai upaya kami sudah kami lakukan sampai saat ini,” ujarnya.

Yusuf mengaku sangat senang karena Yaksindo dan #GiF akan mendampingi upaya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. “Terima kasih atas dukungan bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir saat ini,” ungkapnya.

PR Supervisor CSR PT Geo Dipa Energ, Muhammad Aunur Rofiq menambahkan pihaknya mengharap kegiatan pendampingan tersebut dapat mengatasi persoalan sampah. “Dieng merupakan tempat yang menjadi perhatian Indonesia dan dunia. Mudah-mudahan kita sukses,” harapnya.

Direktur Eksekutif #GiF, Asrul Hoesein selanjutnya menyampaikan perencanaan pengelolaan sampah di Dieng. “GiF dan Yaksindo akan mendampingi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Dimulai dari pemetaan hingga pemanfaatan. Mengelola sampah dari sisa produk menjadi produk,” terangnya.

img 20200725 wa0007928936960

Dalam prosesnya, sambungnya, #GiF dan Yaksindo akan mendampingi 12 desa di kawasan Dieng. Tim akan mendampingi selama 14 hari untuk mendapatkan solusi terbaik pengelolaan sampah di Dieng.

Di acara itu, diserahkan juga bantuan infrastruktur pemilahan sampah berupa kantong plastik sampah dari ADUPI. Sebanyak 10.000 kantong plastik sampah anorganik untuk masyarakat di seluruh Kawasan Disata Dieng.

Secara simbolis bantuan diberikan oleh Ketua Umum ADUPI Christine Halim pada perwakilan warga. Usai memberikan bantuan Christine memberikan motivasi pada warga yang akan didampingi #GiF dan Yaksindo.

“Semoga sukses membangun pengelolaan sampah di Dieng ini. Sehingga Dieng bisa bersih dan menjadi wisata yang makin banyak dikunjungi,” ujarnya.

Sampah Akan Dijadikan Briket

Di akhir, Sekjen ADUPI sekaligus Pembina Yaksindo, Wahyudi Sulistya meyakinkan #GIF dan Yaksindo akan mendampingi pengelolaan sampah sampai selesai. “Yaksindo dan GiF akan menjadi solusi sampah di sini. Nanti Yaksindo juga punya solusi untuk sampah yang timbul hari ini akan selesai hari ini juga,” paparnya.

img 20200725 wa0002 240221435

Wahyudi menyampaikan teknologi “Predator Sampah”. Yaitu, teknologi untuk menjadikan sampah untuk briket.

“Briket yang dihasilkan dari teknologi itu nanti akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan yang terpenting bisa menyelesaikan masalah sampah,” ungkapnya.

Briket yang dihasilkan nanti dapat menjadi energi untuk substitusi batu bara. Kalori yang dihasilkan sangat memenuhi syarat untuk industri. Dan harga jual bisa menjadi pemasukan masyarakat.

Di akhir, pertemuan dioanjutkan sesi tanya jawab. Sebagian besar bukan bertanya melainkan menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas upaya pengelolaan sampah di Kawasan Wisata Dieng. (rev)

IMG-20200713-WA0007.jpg

Dampingi Wilayah Destinasi Wisata Kelola Sampah

Minggu lalu (27/6), Pengawas Yaksido, Asrul Hoesein menghadiri undangan PT. Bank BNI di Purwokerto. Dia diminta memberikan usulan dalam program pemberdayaan masyarakat pada wilayah destinasi wisata.

Dalam hal ini program CSR BNI dengan bergandengan PT. Geo Dipa Energy (Persero) akan fokus pada pengelolaan sampah yang lebih luas. Yaitu Integrated Farming Zero Waste atau pertanian terpadu bebas sampah.

fb img 15947085419991326287007

Dalam progresnya Yaksindo bersepakat dengan Green Indonesia Foundation (GiF). Di mana GiF lebih dulu bersepakat dengan BNI melakukan pendampingan program pemberdayaan masyarakat melalui badan usaha milik desa (BUMDes) atau lainnya untuk fokus pada pentingnya penguatan kelembagaan “sosial dan bisnis” tata kelola sampah agar sustainable. Tujuannya untuk mendukung pertanian organik berbasis home industri.

Hari ini GiF bersama Timdis Group menuju Wonosobo untuk memulai pendampingan pembangunan suprastruktur dan infrastruktur di 12 desa di Dataran Tinggi Dieng. Hari ini (14/7) GiF memberi pembekalan untuk para pelaku dan pendukung program.

Termasuk pembentukan PKPS di 2 kabupaten dalam wilayah Dataran Tinggi Dieng, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Juga pembentukan pengelola sampah di masing-masing desa untuk berbaur dengan BUMDes dalam melaksanakan program pertanian terpadu bebas sampah serta pencegahan sampah pada daerah wisata Taman Bumi Dieng.

Taman Bumi Dieng Lokasi Pertama

Dataran tinggi Dieng, terletak di antara dua kabupaten yaitu kabupaten Wonosobo masuk bagian Dieng Wetan. Sedangkan bagian Dieng Kulon masuk ke daerah Kabupaten Banjarnegara.

fb img 1594708532194 2044137955

Dataran tinggi Dieng sering mendapat julukan “Negeri Di Atas Awan”. Selain julukan tersebut, Dieng juga dikatakan sebagai “Tanahnya Para Dewa”. Dulu tempat ini merupakan pusat peradaban agama Hindu abad ke-7.

Dieng merupakan dataran tinggi, dimana kepercayaan orang Hindu mengatakan jika tempat yang tinggi lebih dekat dengan Sang Hyang Widhi atau dewa itu sendiri. Sehingga, konon Dieng digunakan sebagai tempat para dewa bersemayam.

Dieng adalah salah satu tempat wisata menarik di Jawa Tengah. Berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, kurang lebih 30 km dari kota Wonosobo. Dataran tinggi Dieng terletak di barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Menurut sejarah, dataran tinggi Dieng disebut sebagai tempat para dewa dewi tinggal. Nama Dieng sendiri diambil dari bahasa Kawi: “di” yang artinya tempat atau gunung dan “Hyang” yang artinya dewa. Sehingga Dieng berarti daerah pegunungan tempat dewa dewi bersemayam.

fb img 1594708537568 1504417596

Sedangkan sejarah lain ada yang mengatakan jika nama Dieng berasal dari bahasa Sunda “di hyang”, karena diperkirakan pada abad ke-7 Masehi daerah ini berada dalam wilayah politik kerajaan Galuh.

Selain karena keindahan tempat wisatanya, Dieng juga terkenal sebagai tempat yang kental akan spiritual karena di sini terdapat candi-candi kuno bercorak Hindu dengan arsitektur yang unik.

Berada di ketinggian 2.093 meter di atas permukaan laut (mdpl), dataran tinggi Dieng Wonosobo memiliki udara yang sejuk lengkap dengan kabut saat matahari tidak muncul di langit. Dengan kisaran suhu 15 sampai 20 derajat Celcius.

Wisata Alam Dieng

1. Telaga Warna

Merupakan Landmark wisata Dieng. Telaga ini memiliki warna yang berbeda-beda dan punya legenda tersendiri.

2. Bukit Sikunir

Tempat berburu sunrise. Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah (2.200 mdpl). Warna sinar matahari yang kekuningan seperti kunir membuat masyarakat setempat menamainya sikunir (Jawa: kunyit)

3. Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Bantur, Kabupaten Banjarnegara, kurang lebih sekitar 12 km di sebelah barat lokasi utama wisata Dieng. Sumur Jalatunda ini dulunya adalah sebuah ceruk rekahan kawah yang kemudian digenangi oleh air dengan diameter 90 meter dan kedalaman lebih dari 200 meter. Karena air yang menggenang ini ceruk tersebut tampak seperti sumur.

Mencapai Sumur Jalatunda ini, Anda harus menyiapkan fisik untuk menaikai 257 anak tangga. Pada anak tangga terakhir, Anda akan menemukan tumpukan kerikil beralaskan karung beras.

Menurut mitos masyarakat setempat, barang siapa yang dapat melempar kerikil dari seberang sumur ke seberang yang berlawanan, maka harapannya bisa terkabul. Oleh karena itu, ketika Anda mengunjungi sumur ini, Anda akan menemukan para penjual batu kerikil.

Harga yang dipatok untuk batu kerikil tersebut sebesar 500 rupiah. Banyak wisatawan yang mencoba peruntungannya dengan melempar batu kerikil ini.

4. Kawah Dieng

Dataran tinggi Dieng Wonosobo memiliki beberapa kawah yang indah, yaitu Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, dan Kawah Sileri yang masih aktif. Kawah Sikidang adalah salah satu kawah yang dijadikan andalan tempat wisata di Dieng dan berlokasi di wilayah Dieng timur. Pemandangan di sekitar kawah ini sangat indah, perpaduan hamparan bukit hijau dan tanah kapur di sekitar tanah kawah.

Diberi nama Sikidang karena kolam magma di kawah ini sering berpindah-pindah seperti Kidang (bahasa Jawa untuk hewan Kijang). Gejolak magma di kawah ini juga cukup tinggi, antara setengah hingga satu meter.

Kawah Sileri merupakan salah satu kawah terbesar di dataran tinggi Dieng dengan luas sekitar 4 hektar. Anda dapat mencapai kawah ini dengan perjalanan sejauh 7 km dari kawasan wisata utama Dieng.

Kawah Sileri masih masih mengeluarkan asap putih. Diberi nama Sileri karena warna air kawah ini putih dan aromanya seperti air bekas mencuci beras (dalam bahasa Jawa disebut leri). Sedangkan Kawah Candradimuka adalah kawah yang terkenal di dalam cerita legenda pewayangan. Dalam legenda diceritakan, kawah ini adalah tempat di mana Gatotkaca dijedi (dimandikan dalam bahasa Jawa) sehingga memiliki kesaktian yang luar biasa. Letak kawah ini kurang lebih 6 km dari pusat wisata Dieng.

5. Candi Dieng

Candi adalah sebuah simbol kepariwisataan di Dieng. Candi jugalah yang membuat Dieng menjadi tempat yang sakral. Di sini terdapat banyak Candi Hindu yang tersebar di berbagai lokasi. Candi-candi yang terdapat di Dieng diberi nama sesuai dengan tokoh Mahabarata.

Ada Candi Bima, Arjuna, Gatot Kaca, Srikandi, dan lain-lain. Model bangunan candi di sini mengikuti bentuk candi di India dengan ciri khas arca dan relief yang menghiasi bangunan candi.

“Insya Allah dengan campur tangan Tuhan, GiF akan mendampingi masyarakat di seluruh area Taman Bumi Dieng ini untuk menjadikan sampah sebagai penopang pertanian organik yang ramah wisata di daerah ini,” ujar Asrul Hoesein. (rev)

IMG-20200709-WA0024.jpg

Yaksindo dan GiF Gandeng PT Yogyakarta

Kolaborasi Lahirkan Solusi Sampah Nasional

Yaksindo dan Green Indonesia Foundation (GiF) secara resmi bekerjasama dengan Institut Teknologi Yogyakarta (ITY). Tiga lembaga tersebut berkolaborasi untuk melahirkan solusi sampah nasional.

ITY merupakan perguruan tinggi pelopor program studi (prodi) teknik lingkungan di Indonesia. Sebagai kampus tertua ITY diharapkan dapat memberi sumbangan besar terutama dalam hal keilmuannya dalam pengelolaan sampah dan kegiatan penelitian lainnya.

20200710 110459881735613 scaled

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara ITY dengan GiF dan ITY dengan Yaksindo pada Kamis, 9 Juli 2020 di kampus Pascasarjana ITY.

Hadir secara online dalam penandatanganan MoU tersebut seluruh pejabat di lingkungan akademik ITY. Dari GiF hadir Asrul Hoesein sebagai Direktur Eksekutif. Hadir pula Nara Ahirullah, Ketua Yaksindo.

Dalam sambutannya, Rektor ITY Prof. Chafid Fandeli mengungkapkan kerjasama ITY dengan GiF dan Yaksindo diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan pengelolaan sampah Indonesia. “Sampah ini harus mendapat perhatian yang serius,” tegasnya.

fb img 1594353536613 101715727

Menurut dia, masalah sampah di Indonesia sudah harus menemukan solusi yang benar. “Sampah laut merupakan salah satu yang harus mendapatkan perhatian dan segera bisa diselesaikan. Semoga kerjasama ini bisa menjadi jalan untuk mencapai solusi tersebut,” ungkapnya.

Mengokohkan Regulasi dan Meningkatkan Literasi Pengelolaan Sampah

Sementara Asrul Hoesein menyampaikan apresiasinya pada ITY atas kerjasama tersebut. “Mudah-mudahan kerjasama ini menjadi jawaban dari masalah sampah Indonesia,” ujarnya.

img 20200710 wa00121984960868

Asrul mengatakan salah satu persoalan sampah di Indonesia yang paling mengemukakan saat ini terkait peraturan pelarangan pada produk-produk tertentu di sejumlah daerah. Menurut dia seharusnya tidak ada kebijakan seperti itu jika pengelolaan sampah berjalan sesuai regulasi.

Senada, Ketua Yaksindo, Nara Ahirullah mengaku sangat bangga bisa bekerjasama dengan ITY. Dia mengharapkan kolaborasi tersebut bisa meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dari sisi akademik dan memperkaya literatur.

fb img 1594354354442 469181298

“Pengelolaan sampah belum secara maksimal didukung secara ilmiah. Padahal sampah ada di mana-mana dan harus ditangani secara serius,” ujarnya.

Pembina Yaksindo, Wahyudi Sulistya yang ikut mendatangani MoU sebagai pihak mengetahui bersama Ketua Yayasan Lingkungan Hidup, Nico Ngani.

“Kerjasama ini akan memperluas jangkauan Yaksindo dalam upaya mewujudkan tata kelola sampah Indonesia sesuai regulasi. Makan luas jangkauan kita, semoga makin cepat juga terwujud solusi sampah kita,” harap Wahyudi yang merupakan owner PT Kemasan Ciptatama Sempurna (KCS).

img 20200710 wa00152059232729

Sebelum ditutup, pembawa acara penandatanganan MoU membacakan rencana tindak lanjut dan lingkup kegiatan kerjasama tersebut. Di antaranya, kegiatan KKN tematik, solusi sampah laut dengan kerjasama lintas perguruan tinggi dan revitalisasi lahan ex-tambang berbasis sampah.

Kerjasama itu juga mengarah pada program melahirkan energi terbarukan berbasis sampah, pengembangan SDM pengelola sampah, mendorong circular economy dengan Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) berbasis regulasi dan mendorong pelaksanaan UUPS melalui PKPS sebagai poros circular economy serta program potensial lainnya terkait lingkungannya. (rev)

Dari kiri: Asrul (GiF), Resti Drijo Prihanto (Kadis LHD Kota Tegal), Dedy Yon Supriyono (Walikota Tegal), Wahyudi Sulistya (owner PT. Kemasan Ciptatama Sempurna Surabaya) Dan Muhammad Jumadi (Wakil Walikota Tegal

Yaksindo – #GiF Segera Tata Persampahan Kota Tegal

TEGAL- Dalam waktu dekat Yayasan Kelola Sampah Indonesia (Yaksindo) dan Green Indonesia Foundation (#GIF) akan melaksanakan program tata kelola sampah perdana pasca Covid-18. Yaitu, menata pengelolaan sampah di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Program itu sesuai dengan rencana yang dicanangkan pada 3 bulan lalu saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020. Di mana telah dilaksanakan pertemuan antar bank sampah se Kota Tegal dan dilaksanakan penyerahan simbolis bantuan alat convaktor styrofoam oleh Owner PT. Kemasan Ciptatama Sempurna, Wahyudi Sulistya didampingi oleh Direktur Green Indonesia Foundation (#GiF), Asrul Hoesein.

Untuk diketahui, keduanya merupakan pembina dan pengawas di Yaksindo.

Mirip Wuhan, Pemkot Tegal Akhiri Lockdown

Kota Tegal yang sebulan lalu masih termasuk dalam Zona Merah, kini pulih menjadi Zona Hijau kembali. Sampai saat ini, tercatat warga Kota Tegal yang positif covid-19 sudah mencapai angka Nol Kasus.

Memperhatikan dan menimbang keadaan tersebut, penerapan PSBB di Kota Tegal yang sudah berlangsung selama dua tahap, yaitu tahap I (22 April-6 Mei 2020) dan Tahap II (7 Mei-22 Mei 2020) tidak lagi diperpanjang sejak Jumat (22/5) ini.

Kota Tegal memang mendahului PSBB Pemerintah Pusat, sehingga dulu dapat protes, tapi duet Dedy – Jumadi tidak peduli. Tetap bergerak melindungi rakyat Kota Tegal dari pandemi Covid-19. “Waktu itu GiF berada di Kota Tegal pada HPSN 2020 mendampingi PT. Kemasan Ciptatama Sempurna menyerahkan bantuan comvaktor styrofoam kepada Pemkot Tegal,” ujar Asrul Hoesein, Direktur #GiF sekaligus pengawas Yaksindo.

Rencananya, lanjut Asrul, Pemkot Kota Tegal akan mengakhiri pemberlakuan PSBB dengan melakukan penyemprotan desinfektan massal pada hari Jumat siang ini (22/5), rencana dengan menggunakan pesawat Helikopter.

Kemudian pada malam malam harinya ada acara apel penutupan yang akan dimeriahkan oleh bunyi sirene dan kembang api.

Tegal Dipimpin Dua Pemuda Hebat

img 20200522 wa0003878122779

“Berdasarkan pengalaman mengenal Walikota dan Walikota Tegal lebih dekat, saya sangat kagum pada dua anak muda pemimpin Tegal. Saya sangat kagum atas kolaborasi keduanya. Yg sangat indah dipandang mata,” puji Asrul.

Pria asal Bone, Provinsi Sulawesi Selatan itu menjelaskan, Walikota dan Wakil Walikota Tegal menggabungkan kondisi modern dan tradisional dalam melakukan inovasi dan berani berbeda untuk tujuan bersama.

“Insya Allah pasca lebaran GiF dan Yaksindo dengan dukungan PT. Kemasan Ciptatama Sempurna akan berduet dengan Kota Tegal menata sampah disana. Tunggu kolaborasi kami dengan Walikota Dedy dan Wakil Walikota Jumadi. (nra)