IMG_20220510_090134.jpg

Kades Antusias Warga Dapat Insentif Sampah

Pasuruan – Dalam rangka melaksanakan program Kabupaten Pasuruan Bersih Sampah, YAKSINDO melaksanakan pendampingan awal di Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Pelaksanaan pendampingan dimulai sejak 30 April 2022.

Di masa pendampingan tersebut YAKSINDO akan mendampingi desa bersama dengan PT Indonesia Power Grati POMU sebagai pendukung kegiatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan. Program yang dijalankan dalam pengelolaan sampah akan menyentuh semua aspek dalam pengelolaan sampah.

Pada aspek regulasi, YAKSINDO mendampingi desa membuat Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa tentang pengelolaan sampah. Aturan yang akan menjadi dasar dari aspek-aspek lain dalam pengelolaan sampah.

Untuk aspek kelembagaan masyarakat, YAKSINDO mendampingi desa untuk membentuk bank sampah sesuai regulasi. Yaitu sebagai lembaga edukasi, sosialisasi, dan pendataan potensi sampah serta pemrograman pengelolaan sampah di desa. Lembaga yang selanjutnya akan secara terus menerus melakukan pendampingan pada masyarakat untuk mengubah paradigma, perilaku dan kebiasaan dalam mengelola sampahnya.

YAKSINDO juga mendampingi desa untuk membentuk lembaga bisnis pengolahan sampah. Agar sampah yang sudah dikelola oleh masyarakat dapat mendatangkan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri, pengelola sampah, dan bagi desa secara keseluruhan di bidang ekonomi dan sosial.

Pendampingan aspek lain mengenai pembiayaan, penggunaan teknologi tepat guna dalam mengelola sampah, dan aspek bisnis juga diberikan pada masyarakat di desa maupun lembaga pengelola sampah yang ada di desa. Sehingga masyarakat secara menyeluruh, sistematis dan berkelanjutan dapat mengelola sampahnya.

“Saya sangat senang sekali YAKSINDO bisa hadir di desa kami untuk membantu kami mengelola sampah bersama PT IP dan DLH Kabupaten Pasuruan. Karena selama ini kami memang memiliki masalah di persampahan dan tidak tahu harus diapakan sampah dari masyarakat agar tidak menjadi masalah sekarang dan masa depan,” ujar Yuslimu, Kepala Desa Ranuklindungan.

Menurut Yuslimu, sampah di Desa Ranuklindungan selama ini dibuang begitu saja di lokasi yang dimiliki desa. Namun, pihaknya selalu dihantui kekhawatiran bahwa tempat pembuangan sampah itu tidak akan bisa seterusnya menampung sampah. “Sampai kapan tempat itu dibuangi sampah. Saya memang bingung, nanti ke mana akan buang sampah,” ungkapnya.

Yuslimu mengaku sangat antusias dan ingin cepat melaksanakan pengelolaan sampah sebagaimana program yang akan dijalankan oleh YAKSINDO bersama masyarakat di Desa Ranuklindungan terkait pengelolaan sampah rumah tangga. “Masyarakat pasti senang kalau mereka nanti bisa dapat insentif karena mengelola sampahnya. Mereka selama ini membayar, tapi program YAKSINDO ini nanti justru masyarakat yang dibayar kalau memilah sampahnya,” ungkapnya. (nra)

img 20220510 0906321083168159741850180 scaled
IMG-20220323-WA0021.jpg

Puluhan Perusahaan Ikuti Pengarahan Kelola Sampah Kawasan

PASURUAN – Selain mendorong desa-desa mengelola sampah sesuai regulasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan juga meminta pengelola kawasan untuk berhenti membuang sampah ke TPA. Untuk itu DLH Kabupaten Pasuruan menggelar pengarahan berupa workshop pengelolaan sampah kawasan.

Sedikitnya 50 perusahaan dari 1.500-an perusahaan di Kabupaten Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut. Perusahaan yang ikut kegiatan tersebut diutamakan pada yang selama ini masih mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah dari kawasannya menuju TPA Wonokerto, Kabupaten Pasuruan.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Ferianto, dalam pembukaan acara itu menyatakan Kabupaten Pasuruan saat ini sedang berupaya untuk lebih baik dalam pengelolaan sampahnya. Antara lain dengan secara bertahap melaksanakan regulasi pengelolaan sampah agar target pengurangan sampah sesuai Jakstrada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Kabupaten Pasuruan bisa tercapai.


Jakstrada Kabupaten Pasuruan merupakan turunan dari Perpres Nomor 17 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Target kami, tahun 2025 sampah di Kabupaten Pasuruan sudah secara signifikan dikelola dengan baik. Sehingga volume sampah di TPA bisa ditekan,” ujar Heru. Pengelola kawasan atau perusahaan yang di dalamnya terdapat aktivitas dan menghasilkan sampah adalah satu target untuk upaya pengurangan sampah.

“Selama ini perusahaan masih banyak sekali membuang sampah ke TPA. Kami harap secara bertahap nanti bisa mengelolanya sendiri. Karena kalau tidak dikelola, TPA nanti akan cepat penuh dan timbul masalah lingkungan lainnya,” tegasnya.

Saat paparan sebagai narasumber, Asrul Hoesein, Founder Yayasan Kelola Sampah Indonesia (YAKSINDO), menjelaskan bahwa pengelola kawasan seharusnya sudah mengelola sampah sejak 2 tahun UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah diterbitkan. “Artinya ini kewajiban yang seharusnya sudah dilaksanakan. Yaitu mengelola sampahnya sendiri dan tidak boleh membuang sampah ke TPA,” paparnya.

Asrul menegaskan, sistem pengelolaan sampah yang akan dilaksanakan bisa tidak diikuti oleh pengelola kawasan jika merasa apa yang dilakukan selama ini sudah benar. “Boleh tidak ikuti arahan dari DLH Pasuruan, tapi nanti kalau ada masalah terkait sampah atau lingkungan lainnya jangan merengek ke DLH minta ini dan itu untuk solusinya,” jelasnya.

Lebih detil mengenai pengelolaan sampah kawasan, Nara Ahirullah, Ketua YAKSINDO, memberi penjelasan mengenai regulasi tentang pengelolaan sampah kawasan. Nara menjelaskan tentang hak dan kewajiban pihak pengelola kawasan dalam mengelola sampahnya.

“Jika mengelola sampah sesuai sistem dan regulasi, pengelola kawasan tidak akan rugi. Karena pada akhirnya pengelolaan sampah ini akan jadi bagian dari investasi perusahaan itu sendiri. Sebab, nyata dan jelas dalam regulasi bahwa sampah harus dikelola dengan azas ekonomi,” jelasnya.

Selain regulasi tentang pengelolaan sampah, Nara juga menjelaskan sistem, alur, dan program pengelolaan sampah sesuai regulasi yang bisa diterapkan di kawasan. “Kami akan mendampingi DLH Kabupaten Pasuruan untuk menuntun Anda semua para pengelola kawasan melaksanakan regulasi. Anda semua tidak usah khawatir, YAKSINDO tidak berbisnis sampah,” tegas Nara.

YAKSINDO, lanjut Nara, tidak membangun sistem pengelolaan sampah untuk kepentingan bisnisnya sendiri, karena YAKSINDO merupakan lembaga nirlaba. (kk)

IMG-20220323-WA0008.jpg

100 Desa ikuti Workshop Perdes Pengelolaan Sampah

PASURUAN – Sebanyak 100 desa dari 365 desa di Kabupaten Pasuruan mengikuti Workshop “Pembuatan Peraturan Desa (Perdes) tentang Pengelolaan Sampah”. Peserta dari masing-masing desa terdiri dari perwakilan perangkat desa dan pengelola sampah di desa tersebut.

Acara workshop tersebut diadakan selama 2 hari dalam 4 sesi. Mulai 21 Maret dan berakhir pada 22 Maret. YAKSINDO terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber dan pendamping pembuatan peraturan desa yang selanjutnya akan dilaksanakan di desa masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Heru Ferianto menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan workshop tersebut adalah untuk mengurangi volume sampah masuk TPA. Sebab, berdasarkan draft Perdes yang dibuat oleh YAKSINDO, sampah di desa bukan hanya bisa diselesaikan secara massif dengan wawasan lingkungan, tapi juga bisa menjadi bahan baku ekonomi bagi masyarakat desa.

“Selama ini hanya sampah anorganik saja yang masih dikelola karena bisa dijual. Tapi itu pun masih sangat kecil dan masih banyak ke TPA atau dibuang di tempat-tempat ilegal. Sampah organik juga belum dikelola. Mudah-mudahan dengan adanya peraturan desa nanti semua sampah bisa diolah sehingga lingkungan bersih dan ekonomi maju,” ujar Heru.

Sementara itu, Founder YAKSINDO, Asrul Hoesein mengungkapkan, yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan menggelar workshop Perdes mengenai pengelolaan sampah adalah kemajuan yang luar biasa. “Inilah otonomi daerah yang sebenarnya. Di mana pemerintah kabupaten juga memberikan otonomi pada pemerintah desa untuk mengurus dirinya sendiri. Yang mana dalam hal ini terkait sampah,” terangnya.

img 20220321 1002421782721850991289574 scaled
Peserta workshop serius mengikuti pembahasan pasal demi pasal draft Perdes Pengelolaan Sampah.

Senada, Ketua YAKSINDO, Nara Ahirullah menyatakan selama ini semua tingkat pemerintahan membuat aturan mengenai pengelolaan sampah. “Ada undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, peraturan gubernur, dan peraturan bupati tentang pengelolaan sampah. Yang tidak ada dan sangat jarang adalah peraturan desa. Padahal, yang berinteraksi langsung dengan masyarakat adalah pemerintah desa atau kelurahan, terutama soal sampah,” paparnya.

Menurut Nara, peraturan desa adalah langkah pertama dari upaya pengelolaan sampah di pemerintah desa. Setelah itu dibentuk kelembagaan, menghimpun pembiayaan, meningkatkan peran serta masyarakat, dan terakhir pengadaan teknologi. “Jangan dibalik. Kalau teknologi dulu untuk bereskan sampah, pasti mangkrak. Dan itu sudah terjadi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Workshop selanjutnya berlangsung hingga sore hari. Mayoritas perangkat desa mengapresiasi kegiatan tersebut karena hampir semua desa mengalami masalah dengan persampahan. Pendampingan pengelolaan sampah selanjutnya akan dilakukan YAKSINDO untuk mendampingi DLH Kabupaten Pasuruan dalam rangka upaya pengurangan sampah secara signifikan. (nra)